Biasanyatype Rumah Subsidi adalah (30/66) sedangkan rumah komersil bertype 38/70 ke atas. Perbedaan tersebut dikarenakan harga type rumah yang berbeda-beda. Jika rumah subsidi rata-rata memiliki harga 116-120 juta-an maka rentang harga rumah komersil sekitar 200 juta-an hingga miliaran rupiah.
Sedang cari rumah bingung apa saja perbedaan rumah subsidi dan komersil? Yuk, simak bersama ulasannya berikut ini. Memiliki rumah yang nyaman tentu menjadi dambaan banyak orang. Apalagi, rumah merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang. Setiap manusia membutuhkan tempat berlindung yang disebut rumah untuk terhindar dari sengatan matahari dan dinginnya malam. Namun, untuk membeli rumah ada beberapa pertimbangan yang dilakukan banyak orang. Mulai dari mencari ukuran tanah atau bangunan yang sesuai kebutuhan, harga yang harus dibayar hingga memperkirakan metode pembayarannya. Maka dari itu, beberapa orang juga merencanakan pembelian rumah dengan metode Kredit Pemilikan Rumah KPR secara subsidi atau komersial. Akan tetapi, tahukah kamu apa perbedaan rumah subsidi dan komersial? Agar lebih paham, simak penjelasan berikut ini, yuk! Memiliki rumah di era sekarang memang cukup sulit, apalagi harga tanah yang terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, banyak orang yang mulai menimbang untuk membeli rumah dengan jenis subsidi. Berikut ini perbedaan rumah subsidi dan komersial yang perlu kamu ketahui. 1. Ketersediaan Unit Rumah subsidi biasanya mengikuti aturan dari pemerintah, termasuk kewajiban untuk segera menempati rumah setelah proses kontrak. Oleh karena itu, biasanya rumah subsidi akan dipasarkan setelah bangunan siap huni. Hal ini berbeda dengan rumah komersial, tidak ada aturan khusus terkait dengan penempatan. Maka dari itu, banyak orang yang sengaja membeli rumah secara indent belum selesai agar tidak kehabisan unit di perumahan idaman. 2. Harga Rumah Harga rumah komersial biasanya lebih mahal dari rumah subsidi karena tidak mendapat bantuan dana dari pemerintah. Namun, rumah subsidi biasanya hanya diberikan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR atau masyarakat menengah ke bawah. Selain itu, rumah komersial juga biasanya memerlukan DP rumah berapa persen sebelum memulai cicilan. 3. Tipe Rumah Untuk tipenya, rumah bersubsidi termasuk dalam kategori rumah sangat sederhana RSS karena diatur oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sedangkan rumah komersial adalah rumah dengan jenis bangunan yang sangat bervariasi, seperti rumah 2 lantai, 3 lantai, dan lainnya. 4. Lokasi Perbedaan lokasi menjadi sangat mencolok saat kamu membeli rumah umum subsidi dan komersial. Rumah subsidi biasanya berada di pelosok desa atau jauh dari kota, tapi rumah komersial berada di pusat kota. 5. Kualitas Rumah Perbedaan rumah subsidi dan komersial juga terasa pada kualitas rumahnya. Kualitas rumah subsidi sudah melalui penetapan pemerintah dan sama rata. Sedangkan rumah komersial bisa menggunakan material pilihan yang memiliki kualitas terbaik. Misalnya pada bagian keramik lantai, dinding tembok, hingga pemilihan kusen pintu, dan lainnya. 6. Angsuran Angsuran atau jumlah cicilan rumah subsidi biasanya cenderung tetap sampai lunas. Sedangkan rumah cicilan komersial mengikuti tarif KPR yang berlaku. Misalnya, contoh angsuran rumah subsidi tipe 36 di adalah sebagai berikut Jangka waktu 10 tahun cicilan 1,6 juta/bulan Jangka waktu 15 tahun cicilan 1,2 juta/bulan Jangka waktu 20 tahun cicilan 1 juta/bulan 7. Persyaratan Memiliki rumah subsidi biasanya memerlukan persyaratan yang lebih banyak karena jenis rumah ini sudah diatur pemerintah. Misalnya, batasan usia, penghasilan maksimal per bulan, belum pernah punya rumah, kewarganegaraan, dan aturan lainnya. Sementara untuk kepemilikan rumah komersial tidak ada batasan kepemilikan rumah. 8. Fasilitas Rumah Beberapa rumah komersial biasanya memiliki fasilitas rumah yang lebih layak atau mumpuni, yaitu sesuai dengan tipe yang diinginkan konsumen. Sedangkan rumah subsidi memiliki standar rumah type 36, yaitu dua kamar tidur dan satu kamar mandi. 9. Renovasi Perbedaan rumah subsidi dan komersial terakhir adalah terletak pada izin renovasi. Pasalnya, rumah komersial bisa melakukan renovasi sesuai dengan kemampuan konsumen. Sedakan rumah subsidi memiliki aturan sendiri terkait renovasi rumah, seperti renovasi hanya terbatas pada pembuatan pagar, tambah kanopi, dan pembuatan dapur. *** Itulah perbedaan rumah subsidi dan komersial yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat untuk kamu, ya, Property People. Temukan berita menarik lainnya seputar properti dan gaya hidup di artikel atau Google News kami. Dapatkan kemudahan memiliki hunian bersama yang akan selalu AdaBuatKamu.
DefinisiKPR subsidi dan nonsubsidi Jika dilihat dari definisinya, KPR subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang mendapat bantuan pemerintah berupa keringanan biaya untuk uang muka ataupun suku bunga. Sementara itu, KPR nonsubsidi adalah kredit pemilikan rumah konvensional yang dilakukan oleh bank umum kepada masyarakat.
Makanan, tempat tinggal, dan pakaian merupakan tiga hal penting dalam kehidupan. Memiliki rumah menjadi impian pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang paling diidam-idamkan. Selain menjadi tempat tinggal bersama keluarga, rumah juga merupakan aset yang paling menjanjikan. Ada pilihan rumah subsidi dan komersil yang bisa dipilih. Lalu, apa perbedaan rumah subsidi dan komersil? Secara singkat, rumah komersil merupakan rumah yang diabangun oleh developer property dengan tampak rumah yang seragam. Sedangkan rumah subsidi adalah rumah yang dibangun dengan harga terjangkau dan biasanya terdapat dalam program yang digalang oleh pemerintah dengan kerjasama pihak bank. Lantas, jika kita dihadapi oleh dua pilihan antara rumah subsidi dan rumah komersil non-subsidi, mana yang lebih menguntungkan? Faktor apa yang perlu dipertimbangkan? Merangkum dari beberapa sumber, inilah perbedaan antara rumah subsidi dan non-subsidi yang perlu Parents ketahui. Perbedaan Rumah Subsidi dan Rumah Komersil Produk rumah subsidi dikenal masyarakat sebagai kredit rumah program dari pemerintah, di mana masyarakat akan mendapat bantuan subsidi. Sementara rumah komersil lebih mengarah pada kredit rumah konvensional tanpa adanya bantuan dari pemerintah. Perbedaan rumah subsidi dan komersil yang lainnya dapat anda ketahui pada pembahasan berikut ini. 1. Tipe Rumah yang Ditawarkan Umumnya tipe rumah subsidi ditawarkan dengan pilihan tipe yang terbatas, mulai dari tipe 21, 24 dan 36 saja. Hal tersebut karena program pemerintah yang memang hanya bisa memberikan subsidi untuk tipe rumah yang kecil. Berbeda dengan rumah komersil yang menawarkan tipe rumah baik yang terkecil hingga terbesar tanpa batasan. Pada kredit rumah subsidi ada beberapa kualifikasi bagi pemohon, hanya ditujukan pada masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara rumah komersil ditujukan untuk masyarakat menengah ke atas dengan penghasilan yang bisa dikatakan berkecukupan. Artikel terkait 4 Tips Siapkan Biaya Beli Rumah Impian untuk Keluarga 2. Dari Segi Peruntukan Selain dari tipe rumah yang ditawarkan berbeda, kedua jenis rumah ini pun berbeda peruntukannya. Rumah subsidi lebih diperuntukan untuk masyarakat dengan kelas sosial yang rendah, sedangkan pada rumah komersil biasanya diperuntukan untuk masyarakat yang dianggap mampu membeli rumah dengan harga yang terbilang mahal. 3. Harga yang Ditawarkan Perbedaan rumah subsidi dan komersil yang paling mencolok adalah harga rumah itu sendiri. Rumah subsidi ditawarkan dengan harga yang murah karena di dalamnya sudah ada bantuan subsidi pemerintah. Untuk angsuran bunga pada rumah subsidi juga digunakan perhitungan bunga tetap yang setiap bulannya tidak berubah sejak cicilan pertama hingga yang terakhir. Hal tersebut memang bertujuan agar tidak memberatkan pemohon rumah subsidi. Sedangkan pada rumah komersil ditawarkan dengan harga yang bervariasi tergantung tipe rumah yang dipilih. Semakin besar tipe yang dibeli, maka akan semakin mahal pula harganya. Walaupun anda membeli rumah komersil tipe 21 sekalipun, jika dibandingkan dengan rumah subsidi akan lebih murah rumah subsidi. Hal ini memang wajar, karena rumah komersil ditujukan bagi masyarakat menengah ke atas. Artikel terkait Renovasi Rumah Bersubsidi Ala Instagramable, Ini Potret dan Tipsnya 4. Lokasi yang Ditawarkan Untuk lokasi yang ditawarkan pada kredit rumah subsidi biasanya terletak di lokasi yang kurang strategis, jauh dari kota serta akses publik. Bahkan terkadang perumahan subsidi terletak di daerah pedesaan. Sedangkan untuk rumah komersil dikenal memiliki lokasi yang sangat strategis. Dekat dengan pusat kota serta mudahnya menuju akses publik. Hal ini dikarenakan jika rumah komersil, harga rumah yang ditawarkan cukup mahal. Sehingga developer akan mencarikan lokasi terbaik bagi para penghuninya nanti. Berbeda dengan rumah subsidi yang pemerintah hanya mampu memberikan subsidi perumahan yang terbatas, dan area yang dibangun umumnya di daerah yang jauh dari perkotaan. 5. Fasilitas Hampir seluruh jenis rumah menawarkan jenis fasilitas yang hampir mirip. Baik rumah non-subsidi maupun subsidi sama-sama menyediakan kamar tidur, kamar mandi, dan ruangan lain yang umum ditemukan pada rumah. Namun, karena keterbatasan ruang, biasanya jumlah ruangan yang ada pada rumah subsidi pun terbatas. Tidak perlu khawatir kualitas bangunan dari rumah subsidi, karena semuanya sudah ditentukan dan mengikuti standar yang diberikan oleh pemerintah. Artikel terkait Ini 9 Tips Jual Rumah Bekas Hunian agar Laku dengan Harga Tinggi! 6. Dari Segi Renovasi Untuk perbedaan rumah subsidi dan komersil dilihat dari segi renovasi juga berbeda. Untuk rumah subsidi, pemilik bisa merenovasi rumahnya apabila sudah melewati 2 tahun angsuran. Baik renovasi kerusakan ataupun renovasi penambahan komponen rumah. Hal tersebut sudah tercantum pada peraturan program pemerintah atas renovasi rumah subsidi. Sedangkan pada rumah komersil, anda bebas melakukan renovasi tanpa menunggu berapa tahun anda mengangsur cicilan. Renovasi rumah pada rumah komersil juga berguna untuk meningkatkan harga jual, apabila sang pemilik akan menjualnya di kemudian hari. *** Nah, Parents, itu tadi perbedaan rumah subsidi dan komersil yang bisa Anda jadikan sebagai referensi untuk memilih jenis rumah yang akan Anda beli. Apabila Parents memilih rumah subsidi, tentunya harus memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah sebagai penerima subsidi rumah, ya. Baca juga Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
Perbedaanrumah subsidi dan komersil yang paling mencolok adalah harga rumah itu sendiri. Rumah subsidi yang merupakan bagian dari bantuan pemerintah, tentunya dibandrol dengan harga yang jauh lebih murah.Hal ini karena harga rumah subsidi tidak dikenakan PPN. Jika Anda mengambil Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), maka rumah subsidi juga menawarkan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan rumah non-subsidi atau komersil. Jakarta, FORTUNE – Sektor properti diyakini akan tetap tumbuh positif, di tengah berbagai tantangan dan ancaman resesi tahun depan. Di antara berbagai jenis properti atau hunian, dikenal istilah rumah subsidi dan rumah komersil. Apa perbedaannya? Pada dasarnya, rumah subsidi adalah rumah yang dijual dengan harga yang lebih terjangkau dari rumah komersil atau non-subsidi karena telah disubsidi oleh pemerintah. Sedangkan rumah komersil, merupakan rumah atau bangunan yang memang dibangun dan disediakan untuk masyarakat umum untuk tujuan komersil Berikut beberapa perbedaan antara rumah subsidi dan komersil sebagaimana dilansir dari situs rumah BoppTidak ada yang lebih baik atau lebih buruk dari rumah komersil atau rumah subsidi. Semuanya tergantung pada tujuuan atau kemampuan individu yang membeli. Dari pengertiannya, Kementerian PUPR mendefinisikan rumah subsidi sebagai rumah yang dibangun dengan harga terjangkau yang diperoleh melalui skema KPR, baik secara konvensional maupun dengan skema syariah. Sedangkan rumah komersil adalah rumah komersil adalah jenis hunian yang dibangun oleh pengembang dengan fasad yang seragam, dan biasanya termasuk ke dalam model rumah rumahSalah satu alokasi PEN adalah untuk perpanjangan insentif PPN DTP Perumahan. ANTARA FOTO/Iggoy el FitraUkuranLokasi rumahFasilitas RumahRenovasi rumah
BedaKomplek Perumahan dengan Rumah di Perkampungan dan Klaster Lihat Lebih Banyak perumahan baru, baik itu rumah murah atau rumah subsidi, dan properti-properti residensial atau komersil yang dijual dan disewa. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan informasi yang lengkap mengenai properti tersebut seperti info denah alamat, foto properti
- Punya rumah yang layak huni adalah impian banyak orang, dengan berbagai pilihan huni yang tersedia, seperti rumah subdisi dan rumah komersial. Masih banyak yang belum mengerti apa perbedaan rumah subdisi dan rumah bisa dilihat di laman Sistem Informasi Kumpulan Pengembang Sikumbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR yang menunjukkan harga rumah komersial bisa mencapai dua kali lipat atau lebih dibandingkan rumah subsidi. Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, rumah subsidi adalah rumah yang dibangun dengan harga terjangkau. Pembeli bisa memperoleh rumah subsidi dengan skema Kredit Pemilikan Rumah KPR melalui bank baik secara konvensional maupun 21 Peraturan Menteri PUPR Nomor 20/PRT/M/2019 tentang Kemudahan dan Bantuan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah menjelaskan, hunian yang diperoleh melalui KPR bersubsidi merupakan rumah baru yang dibangun oleh pengembang. Rumah subsidi harus memenuhi kelaikan fungsi bangunan dan dilengkapi prasarana, sarana, dan utilitas umum. Baca juga Apakah Rumah Subsidi Boleh Direnovasi? Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia REI Bambang Ekajaya menjelaskan, rumah subsidi adalah rumah yang diberi subsidi atau bantuan oleh pemerintah. “Sesuai dengan namanya, artinya rumah tersebut diberi subsidi pemerintah,” jelas Bambang kepada Kamis 9/6/2022. Dengan kata lain, masyarakat bisa membeli rumah dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan rumah komersial.
Bedalistrik subsidi dan nonsubsidi pada tarif yang berlaku, yakni Rp1.400- Rp1.500 per kWh untuk tarif dasar pelanggan nonsubsidi. Sementara, pelanggan subsidi akan mendapatkan subsidi tarif dari pemerintah sehingga tarifnya akan lebih murah. Pelanggan subsidi hanya perlu membayar Rp400-Rp600 per kWh bergantung pada jenis daya.
JAKARTA, – Memiliki hunian adalah impian banyak orang. Berbagai pilihan hunian juga telah tersedia, misalnya rumah subsidi dan rumah komersial. Lantas apa perbedaan rumah subsidi dan rumah komersial? Hal yang menjadi pembeda terbesar di antara dua pilihan hunian tersebut adalah terkait bisa dilihat di laman Sistem Informasi Kumpulan Pengembang Sikumbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR yang menunjukkan harga rumah komersial bisa mencapai dua kali lipat atau lebih dibandingkan rumah subsidi. Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, rumah subsidi adalah rumah yang dibangun dengan harga terjangkau. Baca juga Bagaimana Spesifikasi Rumah Subsidi? Ini JawabannyaPembeli bisa memperoleh rumah subsidi dengan skema Kredit Pemilikan Rumah KPR melalui bank baik secara konvensional maupun syariah. Pasal 21 Peraturan Menteri PUPR Nomor 20/PRT/M/2019 tentang Kemudahan dan Bantuan Pemilikan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah menjelaskan, hunian yang diperoleh melalui KPR bersubsidi merupakan rumah baru yang dibangun oleh pengembang. Rumah subsidi harus memenuhi kelaikan fungsi bangunan dan dilengkapi prasarana, sarana, dan utilitas umum. Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia REI Bambang Ekajaya menjelaskan, rumah subsidi adalah rumah yang diberi subsidi atau bantuan oleh pemerintah. “Sesuai dengan namanya, artinya rumah tersebut diberi subsidi pemerintah,” jelas Bambang kepada Kamis 9/6/2022. Baca juga Mengapa Lokasi Rumah Subsidi Selalu Jauh dari Pusat Kota? Ini Jawabannya
Rumahsubsidi bisa dan boleh dijual secara komersil, meskipun developer dalam memperoleh perjiinan dan fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) dalam rangka pembangunan rumah subsidi.
- Jika Anda berencana membeli rumah, tentu sudah tak asing dengan istilah rumah subsidi dan rumah komersil alias non-subsidi. Namun apa sebenarnya yang membedakan antara rumah subsidi dan rumah komersil? Rumah subsidi merupakan program bantuan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan keputusan Menteri PUPR Nomor 242/KPTS/M/2020 berlaku sejak 1 April 2020 dijelaskan bahwa penerima rumah subsidi kredit pemilikan rumah KPR maksimal memiliki gaji Rp 8 juta. Dari segi harga, pemerintah juga sudah memiliki ketentuan sendiri. Sedangkan, rumah komersil atau non-subsidi adalah rumah yang ditawarkan dengan harga asli oleh beberapa developer. Harga dan ukuran rumah lebih beragam. Inilah yang membedakan secara umum rumah subsidi dan rumah komersil alias non-subsidi. Namun apa perbedaan sebenarnya dari rumah subsidi dan rumah komersil? Melansir Citra Maja, CIMB Niaga, Rumah123 dan The Asian Parent, ini perbedaan yang perlu Anda ketahui. Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersil dapat dilihat dari harga, tipe rumah yang ditawarkan, lokasi dan material bangunan. Baca Juga Hanya 45 Hari, Ini Fakta Pengunduran Diri Perdana Menteri Inggris Liz Truss 1. Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersil dari sergi harga Rumah subsidi memiliki harga yang lebih murah karena tidak dikenakan PPN. Untuk KPR rumah subsidi juga biasanya Anda hanya dikenakan bunga cicilan yang lebih rendah dibandingkan rumah komersil. Ini juga akan berdampak pada kualitas material yang lebih rendah dibandingkan rumah komersil. Namun tentunya material bangunan rumah subsidi ini harus mengikuti aturan standar pemerintah yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dasar hunian. Sedangkan rumah komersil memiliki harga yang lebih beragam dan lebih mahal. Tentunya karena developer rumah ini ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal dari rumah yang ditawarkan. Melansir berikut harga rumah tapak umum subsidi berdasarkan aturan PUPR No 995/2021 Jawa kecuali Jabodetabek sebesar Rp 150,5 juta Sumatera kecuali Kepri, Bangka Belitung dan Kepulauan Mentawa sebesar Rp 150,5 juta Kalimantan kecuali Kabupaten Manurung Raya dan Mahakam Ulu sebesar Rp 164,5 juta Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai dan Kepri, kecuali kepulauan Anambas sebesar Rp 156,5 juta Maluku, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara, Jabodetabek, Kepulauan Anambas, Kabupaten Manurun Raya dan Mahakam Ulu sebesar Rp 168 juta Papua dan Papua Barat sebesar Rp 219 juta. 2. Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersil dari tipe rumah yang ditawarkan Tipe rumah subsidi yang ditawarkan biasanya terbatas. Pilihannya hanya tipe 21, 24 dan 36 saja. Sedangkan rumah komersil menawarkan tipe yang lebih beragam. Mulai dari rumah ukuran kecil hingga besar, lantai satu hingga lantai 3 menyesuaikan bujet pembeli. Selain itu desain rumah komersil umumnya lebih baik dibandingkan rumah subsidi. 3. Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersil dari lokasi yang ditawarkan Biasanya lokasi rumah subsidi tidak begitu strategis. Para developer rumah subsidi biasanya akan menggunakan lahan di pinggiran kota yang lumayan jauh dari fasilitas umum. Tentu ini untuk menekan biaya pembukaan lahan. Sedangkan rumah non-subsidi biasanya berada di lokasi yang dekat dengan fasilitas umum serta memiliki akses yang mudah. Namun saat ini banyak rumah subsidi yang diproyeksikan sebagai bagian dari sebuah kota mandiri. 4. Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersil dari rencana melakukan renovasi Jika Anda membeli rumah subsidi, Anda boleh melakukan renovasi setelah melewati 2 tahun angsuran. Baik renovasi minor hingga penambahan bangunan. Namun jika Anda membeli rumah non-subsidi, Anda bisa dengan bebas meakukan renovasi tanpa menunggu berapa tahun angsuran cicilan. Baca Juga Pajak Jual Beli Rumah Yang Perlu Anda Tahu, Mulai Dari PPh hingga PPN 5. Perbedaan rumah subsidi dan rumah komersil dari aturan yang dikenakan Jika membeli rumah subdidi, tentu Anda harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Melalui PMK Nomor 81/2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar serta Perumahan lainnya yang atas Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan PPN, berikut aturannya Rumah subsidi memiliki minimal luas tanah 60 m2 dan maksimal 200 m2 Luas bangunan minimal 21 m2 dan maksimal 36 m2 Tidak boleh dijual selama 4 tahun Harga jual tidak bileh melebihi harga perumahan subsidi Perolehan bisa dengan KPR dan tunai. Demikian informasi mengenai perbedaan rumah subsidi dan rumah komersil alias non-subsidi. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin beli rumah. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
5Perbedaan Rumah Subsidi dan Komersil, Wajib Tahu! March 31, 2022 April 1, 2022 Bagaskoro MN 0 Comments. Meski perbedaannya banyak, barangkali kita masih abu-abu membedakan rumah subsidi dan komersil. Setidaknya ada 2 jenis rumah tinggal yang dibangun oleh perusahaan developer; rumah bersubsidi dan rumah komersil.
RumahCom – Ketika melihat iklan perumahan, ada beberapa istilah yang sering digunakan seperti town house, cluster, sampai apartemen. Yup, istilah tersebut ternyata digunakan untuk menyatakan perbedaaan hunian sesuai jenisnya. Misalnya apartemen ditujukan untuk blok bangunan bertingkat yang di dalamnya terbagi jadi beberapa ruang, lalu town house yang diartikan sebagai kompleks perumahan dengan unit terbatas, dan cluster adalah komplek tempat tinggal yang di dalamnya terbagi jadi beberapa kawasan atau sub komplek. Dalam rumah cluster sendiri biasanya terdiri dari beberapa perumahan komersil. Penasaran apa itu perumahan komersil? Yuk tambah wawasan Anda seputar properti dengan membaca artikel ini karena tim akan memberikan penjelasan lengkapnya berikut ini Perumahan KomersilPerbedaan Perumahan Komersil dan Rumah SubsidiKeunggulan dan Kekurangan Perumahan KomersilRekomendasi 5 Perumahan Komersil Terbaik di Indonesia Perumahan Komersil Contoh gambaran perumahan komersil yang tampak seragam.Foto iStock – Creativa Images Perumahan komersil adalah jenis perumahan yang didirikan oleh developer pengembang dan memiliki ciri khas bagian tampak depan hunian fasad dibuat seragam. Jenis perumahan ini bisa dikatakan masuk dalam model rumah cluster. Sebagai gambaran, ketika ditawarkan brosur cluster, di dalam satu komplek biasanya akan ada beberapa tipe rumah dimana tiap tipenya memiliki bentuk fasad yang berbeda. Perumahan komersil bisa menjadi pilihan bagi Anda yang sedang mencari hunian. Berikut daftar hunian dijual di kawasan Depok di bawah Rp1 miliar di sini! Perbedaan Perumahan Komersil dan Rumah Subsidi Rumah komersil memberikan fleksibilitas pemiliknya untuk melakukan renovasi. Foto iStock- Toondelamour Setelah membaca penjelasan sebelumnya, Anda mungkin berpikir bahwa perumahan komersil sama saja dengan rumah subsidi. Tidak mengherankan, sebab bagian fasad rumah subsidi sering kali dibuat seragam. Namun, keduanya ternyata memiliki beberapa perbedaan signifikan di antaranya 1. Tujuan Pembangunan dan Harga Perumahan komersil merupakan jenis tempat tinggal yang dibangun untuk masyarakat umum dan pembangunannya disesuaikan dengan supply, demand, harga, sampai spesifikasi bangunan yang diinginkan konsumen. Hal ini berbeda jauh dengan rumah subsidi yang merupakan program pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR. Rumah subsidi tidak bisa dimiliki umum dan hanya masyarakat dengan kriteria tertentu yang berhak menerima fasilitas ini. Harga dari dari dua jenis hunian ini pun juga berbeda jauh dimana perumahan komersil bisa 2 sampai 5 kali lipat lebih mahal dibanding rumah subsidi. Bukan tanpa alasan, sesuai Keputusan Menteri PUPR No. 242/KPTS/M/2020, harga rumah yang bisa dibeli masyarakat berkisar mulai dari Rp150 juta sampai Rp219 juta. 2. Kualitas Material Bangunan Perbedaan selanjutnya dari perumahan komersil dan rumah subsidi adalah material yang digunakan. Untuk perumahan komersil, konsumen bebas memilih material mahal seperti granit dalam menghias rumah sesuai dengan impian masing-masing. Tidak berlaku bagi rumah subsidi, tiap hunian menggunakan standar material yang telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga calon pembeli tidak memiliki kesempatan memilih sendiri. Tidak hanya itu, renovasi yang bisa dilakukan oleh pemilik rumah subsidi pun dibatasi dan diatur. Jika belum menginjak 5 tahun kepemilikan, rumah subsidi tidak boleh dibangun lantai 2 serta merubah bagian fasad. Pemilik hanya boleh melakukan reparasi sederhana seperti perbaikan genteng bocor, membuat pagar, atau menambahkan kanopi. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan perumahan komersil dimana pemilik bisa merubah bentuk rumah sesuka hati serta menjadikannya bangunan komersil seperti toko atau disewakan dan dijual. 3. Luas Rumah Terakhir, luas dari rumah subsidi lebih terbatas dibandingkan perumahan komersial karena sudah diatur dalam undang-undang. Menurut Keputusan Menteri PUPR luas tanah untuk rumah subsidi minimal 60 meter persegi dan maksimal 200 meter persegi. Sementara, luas bangunan atau lantai yang diizinkan minimal 21 meter persegi dan maksimal 36 meter persegi. Aturan tersebut wajib dipatuhi oleh pengembang yang bertanggungjawab membangun rumah subsidi. Keunggulan dan Kekurangan Perumahan Komersil Sesuai spesifikasinya, bunga KPR rumah komersil lebih mahal dibandingkan rumah subsidi. Foto iStock – Malerapaso Dari penjelasan pada poin sebelumnya, perumahan komersil tampak menang jauh dibandingkan rumah subsidi karena spesifikasinya yang lebih beragam. Tapi jangan senang dulu, sama seperti jenis hunian lain, inilah beberapa keunggulan dan kekurangan perumahan komersil yang harus Anda ketahui Keunggulan Perumahan Komersil Tersedia dalam berbagai spesifikasi. Jika memiliki dana lebih, Anda bisa memilih rumah dengan luas tanah dan bangunan yang besar serta fasilitas penunjang lain sesuai dalam cluster, perumahan komersil biasanya telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti lapangan olahraga, arena bermain, dan arena di lokasi strategis. Perumahan komersil biasanya berada dekat dengan akses jalan raya atau fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, dan kendaraan direnovasi sesuai keinginan pemilik tanpa perlu menunggu beberapa tahun seperti rumah memilih material bangunan dengan kualitas tinggi. Kekurangan Perumahan Komersil Harga perumahan komersil jauh lebih mahal dibandingkan rumah membeli dengan skema KPR, suku bunga yang diterapkan mengikuti suku bunga BI dan lebih mengalami kenaikan harga tiap tahun. Karena supply dan demand pasar, harga perumahan komersil bisa berbeda tiap tahunnya sehingga seolah mendesak masyarakat untuk segera beli rumah sebelum harga naik. Tips memilih perumahan komersil, cari tahu dulu latar belakang serta portfolio pengembang agar terhindar dari penipuan. Rekomendasi 5 Perumahan Komersil Terbaik di Indonesia Carilah luas rumah yang mengakomodir kebutuhan Anda dan keluarga. Foto iStock – Viktoriia h Jika Anda masih tertarik membeli perumahan komersil setelah membaca penjelasan di atas, tim telah merangkum rekomendasi 5 perumahan komersil terbaik sebagai bahan pertimbangan. Ini dia daftarnya 1. Griya Seroja Pesanggrahan Salah satu masalah besar bekerja di ibukota adalah jarak tempuh ke kantor yang memakan waktu cukup lama. Tak perlu khawatir, Griya Seroja Pesanggrahan menawarkan perumahan eksklusif yang dilengkapi sistem smart home di daerah Bintaro Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Berdesain Neo Classic, perumahan komersil ini menawarkan rumah 3 lantai dengan akses dekat MRT Lebak Bulus, sangat cocok untuk Anda yang memiliki mobilitas tinggi. Dapatkan rumah di Griya Seroja Pesanggrahan dengan harga mulai dari Rp1 miliar untuk luas 60 meter persegi. 2. Sanur Valley Serpong Ingin memiliki hunian dengan suasana ala Bali? Perumahan Sanur Valley Serpong jawabannya. Meskipun terletak di Gunung Sindur Bogor, Anda tidak perlu khawatir akan akses transportasi umum karena perumahan ini dekat dengan Stasiun Kereta Serpong. Saat ini pembangunan telah mencapai tahap 4 dan tersedia 3 tipe yang bisa dipilih antara lain The Sanur Soho, Nusa Dua 2, dan Nusa Dua 3. Dengan aneka fasilitas seperti area BBQ, kolam renang, telaga, dan taman bermain, perumahan ini dibanderol dengan harga mulai Rp750 jutaan dan dapatkan berbagai penawaran menarik seperti bebas biaya akad, BPHTB, AJB, dan internet. 3. Kalimaya Indah Rekomendasi perumahan komersil selanjutnya adalah The Kalimaya yang terletak di daerah Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan, Banten. Perumahan ready stock ini memiliki beberapa kelebihan seperti akses dekat MRT Lebak Bulus serta mengusung konsep rumah sehat dengan membuat ceiling bangunan setinggi 4,8 meter sehingga sirkulasi udara lebih optimal. Ada 2 tipe rumah yang bisa dipilih yakni tipe Pejaten 1 lantai dan Kemang 2 lantai dengan kisaran harga mulai dari Rp600 jutaan. 4. Grand Duta City Bekasi Melipir ke daerah Bekasi, perumahan Grand Duta City jadi rekomendasi selanjutnya bagi Anda yang mencari hunian dengan konsep minimalis modern bergaya maskulin. Dengan harga mulai Rp600-700 jutaan, perumahan ini berdiri di atas Jalan Babelan yang memiliki akses tol menuju Tanjung Priok-Bekasi. Tiap rumah terdiri dari 2 lantai dengan tipe 49 meter persegi yang cukup luas sehingga tiap ruang terasa lega. Jika ingin tempat yang lebih besar, tersedia juga pilihan rumah 4 kamar tidur dengan harga Rp700 juta sampai Rp1 miliar. 5. Alana Signature Kota Tangerang Selatan belakang memang dilirik sebagai tempat tinggal karena perkembangannya yang cukup baik serta dekat dengan berbagai area seperti BSD dan Jakarta. Jika Anda sedang mencari perumahan komersil di daerah ini, Alana Signature bisa jadi pilihan tepat. Dijual dengan kisaran harga mulai Rp1 miliar, perumahan ini memberikan berbagai promo menarik pembebasan biaya SHM, AJB, dan BPHTB. Tiap unit rumah didesain dengan 3 kamar tidur dan memiliki luas 80 meter persegi untuk tipe Palmyra dan 83 meter persegi untuk tipe Verde. Tonton video berikut ini untuk mengetahui apa saja 8 biaya tambahan dalam proses pembelian rumah! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah
SatuHal Yang Harus Di Pahami bahwa suku bunga kpr atau boleh di bilang margin atau keuntungan bank yang di ambil untuk kredit rumah non subsidi itu berkisar antara 9-12% Per tahun sedangkan kpr subsidi bunga atau margin Keuntungan Bank yang sudah di tetapkan oleh pemerintah sebesar 5% per tahun,
\n\n beda rumah subsidi dan komersil
.
  • af93611kly.pages.dev/473
  • af93611kly.pages.dev/207
  • af93611kly.pages.dev/7
  • af93611kly.pages.dev/165
  • af93611kly.pages.dev/42
  • af93611kly.pages.dev/404
  • af93611kly.pages.dev/409
  • af93611kly.pages.dev/20
  • beda rumah subsidi dan komersil