TafsirQS. Ali 'Imran (3) : 183. Oleh Kementrian Agama RI. Beberapa orang Yahudi antara lain Kaab bin Asyraf, Malik bin as-saif, Finhas bin 'Azura dan beberapa orang lagi, mendatangi Rasulullah ﷺ seraya berkata, "Wahai Muhammad!Engkau mengaku Rasul Allah dan Allah telah mewahyukan kepadamu Kitab, sedang di dalam Kitab Taurat (Imamat ix) kami dilarang oleh Allah mempercayai seorang rasul 14 Friday Oct 2011 Nabi Adam memiliki putra-putri sebanyak 40 orang 20 pasang. Beberapa sumber riwayat yang lain mengungkapkan bahwa Nabi Adam as mempunyai 25 orang anak, 24 orang lahir berpasangan yaitu lak-laki dan perempuan,kecuali nabi Syits as sebagai anak ke 5, dilahir dengan sangat istimewa tanpa tanpa ada pasangannya, bahkan tanpa sel telur Siti Hawa dalam sebuah riwayat yang lain. Jadi menurut riwayat ini ada 13 orang putra laki-laki nabi Adam dan ada 12 orang perempuan. Putra-putri Nabi Adam as konon menurut sebuah riwayat dilahirkan berurutan laki-laki,perempuan,perempuan,laki-laki ,laki-laki,perempuan, perempuan, laki-laki, laki-laki, perempuan, perempuan,laki-laki, begitu seterusnya. Cayn dan saudara perempuannya, Qobil dan Iqlima, Ashut dan saudara perempuannya. Habil Abel dan Labuda, Sys Ayad dan Hazura, Balagh dan saudara perempuannya, Athati dan saudara perempuannya, Tawbah dan saudara perempuannya, Darabi dan saudara perempuannya, Hadaz dan saudara perempuannya, Yahus dan saudara perempuannya, Sandal dan saudara perempuannya, Baraq dan saudara perempuannya. Wadd dan dan saudara perempuannya, Suwa dan saudara perempuannya, Yaghuth dan saudara perempuannya, Ya’uq dan saudara perempuannya Nasr dan saudara perempuannya Urutan putra-putri Nabi Adam ini masih belum dipastikan dengan baik. Hanya ada riwayat yang mengatakan bahwa Habil adalah putra ke-empat, Dan Nabi Sys adalah putra ke-5 yang menikah dengan adiknya Hazura putra/putri ke-enam nabi Adam Qobil Dan Habil adalah dua putra Nabi Adam yang namanya disebut-sebut dalam Al Qur’an. Qobil menolak menikah Labudza, dan membunuh Habil. Inilah yang disebutkan sebagai peristiwa pembunuhan manusia yang pertama kalinya. Nabi Syits as menikah dengan adik nya yang nomor enam yaitu Hazurah yang pasangannya meninggal sewaktu dilahirkan,nabi Syits as mempunyai anak setelah berumur 105 tahun,dan usianya mencapai 1402 tahun. Nabi Syits as lahir 5 tahun setelah Habil,Habil anak nomor 4. Riwayat lain mengatakan bahwa adik Nabi Sys yang dilahirkan tidak berpasangan hanya wanita saja adalah Siti Hunun.
J. Nusaibah dan Aksi Heroiknya di Uhud Hari Sabtu, setelah tujuh malam di bulan Syawwal berlalu atau selang 32 bulan setelah hijrah, Rasulullah keluar bersama seribu pasukan untuk memenuhi tantangan orang-orang kafir Quraisy yang mengajak umat Islam untuk kembali berperang. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan istilah perang Uhud.
Muslim sindonews Sabtu, 22 Januari 2022 - 0814 Kisah Unuq Putri Adam yang disebut-sebut sebagai pionir seks bebas dan hamil di luar nikah banyak tersebar di jaringan YouTube. Unuq dikisahkan punya anak haram yang amat kontroversial. Bagaimana tidak, selain bertubuh mega-raksasa, sang putra hidup ribuan tahun, yakni sampai pada era Nabi Musa AS. Tak sedikit ahli tafsir yang menyatakan bahwa kisah putra Unuq yang bernama Auj adalah kisah dusta. "Cerita ngawur yang tidak ada asalnya," sanggahIbnu Katsir dalam kitabnya yang berjudul al-Bidayah wal-Nihayah . Kisah Unuq memang menarik dan mirip dongeng. Banyak keanehan-keanehan. Dan ulama tafsir perlu mengkritisi kisah ini karena dianggap sudah bertentangan dengan Al-Quran dan sunnah Nabi. Mari kita tengok kisah yang kontroversial itu. Jumlah putra dan putri pasangan Nabi Adam dan Siti Hawa lumayan banyak. Konon Siti Hawa hamil sebanyak 120 kali dan setiap kehamilan melahirkan anak kembar dua, laki dan perempuan. Maknanya, jumlah anak Nabi Adam adalah 240 orang. Hal tersebut diriwayatkan Ibnu Thabari dalam Tarikhu ath-Thabari. Soal jumlah putra putri Nabi Adam ini memang ada banyak riwayat yang berbeda. Imam Ibnu Jarir dalam kitab tarikhnya yang diriwayatkan dari beberapa perawi menyebutkan, bahwa putra putri Hawa dengan Adam tidak sebanyak itu. Hawa melahirkan 40 anak dari 20 kelahiran. Atsar ini juga disebutkan oleh Ibnu Ishaq dengan sanad yang sama. Beberapa ulama menjelaskan pada setiap kelahirannya dua anak kembar, satu orang putra dan satu orang putri, anak pertama mereka adalah Qobil dan Iqlima, sedangkan anak terakhirnya bernama Abdul Mugits dan Ammatul Mugits. Lahir Tunggal Hanya saja, dalam kisah Unuq lain lagi. Diriwayatkan bahwa ada satu-satunya turunan Nabi Adam AS yang lahir tunggal. Dia adalah Unuq. Dia memiliki ciri yang unik yakni dengan 2 kepala, sebagaimana kepalanya terdapat pada masing-masing bahu, yakni kiri dan kanan. Kemudian ciri berikutnya memiliki 20 jari tangan, yakni telapak tangan masing-masing 10 jari. Memiliki kuku yang panjang dan bengkok. Diriwayatkan, Hawa dengan jiwa keibuannya, tetap merawat Unuq hingga si anak dewasa. Terjadilah peristiwa pembunuhan pertama di bumi, yakni Qabil membunuh Habil. Atas peristiwa tersebut, Qabil meninggalkan gunung dan menempati lembah. Maka terpisahlah, kedua kelompok anak Adam dengan balada yang berbeda. Kelompok yang beriman bersama Adam dan Hawa menempati puncak gunung. Sementara Qabil dan keturunannya menempati lembah. Hawa memperlakukan anaknya sama, merawatnya agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Itu menjadi ciri keturunannya yang mendiami puncak, sementara yang senang melanggar perintah Allah menempati lembah. Saat berangkat dewasa, Unuq bergabung dengan Qabil. Ini terjadi setelah Nabi Adam AS wafat. Beberapa sejarawan menyebutkan, bahwa sebelum meninggal dunia, Adam merasakan hidup bersama anak, cucu, cicit, dan seterusnya hingga berjumlah orang. Nah, ketika Nabi Adam wafat, seluruh keturunan Adam menangis selama tujuh hari tujuh malam karena duka. Melihat hal tersebut, maka setan menggoda mereka. Setan merayu anak-anak Adam yang ada di lembah, sebab perangai anak Adam di lembah tersebut mudah tergoda oleh setan. Iblis menawarkan untuk menghibur mereka dengan musik. Maka dari sinilah bermula musik, berupa seruling. Dan suara suling tersebut terdengar sangat jauh. Hingga ke puncak. Mereka yang sedang berduka tiba-tiba menjadi heran dengan suara yang aneh tersebut. Mendayu-dayu, dan sesekali dengan suara yang menyayat jiwa mereka. Mereka yang ada di gunung terperanjat, namun mereka tetap bisa mengontrol diri. Kecuali Unuq Binti Adam. Dengan hati bergejolak, ia meninggalkan puncak dan menuju lembah bergabung bersama Qabil dan saudaranya yang lain, menikmati musik dan tarian. Di lembah, Unuq berjumpa dengan banyak lelaki. Dan Unuq pun kecanduan seks bebas. Banyak lelaki menggaulinya. Setiap bertemu laki-laki dia melakukan hubungan intim. Tanpa disadari, dia pun hamil tanpa tahu siapa ayah dari anak yang ia kandung, Sejatinya, Unuq tidaklah cantik. Bahkan bisa dibilang, buruk rupa sehingga mustahil ada lelaki suka padanya. Namun, Unuq punya ilmu sihir yang membuat lelaki terpedaya. Ia bisa menaklukkan tiap lelaki yang dikehendakinya. Unuq akhirnya melahirkan anak lelaki bernama Wajh alias Auj alias Uajh atau sebut saja Auj bin Unuq. Nasabnya ibu karena tidak mereka ketahui siapa ayahnya. Siti Hawa sedih atas lelakuan putrinya itu. Maka beliau pun berdoa kepada Allah SWT, agar anaknya tersebut segera lenyap dari muka bumi. Allah pun mengutus singa sangat besar, yang melebihi ukuran gajah. Singa menyerang Unuq, merusak seluruh badannya. Inilah kematian pertama oleh binatang. Auj bin Unuq Membantu Nabi Nuh Unuq mati setelah setahun melahirkan Auj. Selanjutnya, Auj tumbuh menjadi orang yang sangat besar tubuhnya; tingginya mencapai 600 siku orang dahulu, yaitu sama dengan satu setengah siku orang sekarang, dan lebarnya seukuran itu, sampai-sampai ada sebuah riwayat ketika angin topan datang, angin tersebut tingginya tidak melebihi lutut Auj. Apabila dia duduk di atas gunung, tangannya dia ulurkan ke laut mengambil ikan, dan kemudian memanggangnya di matahari. Dan apabila dia marah kepada sebuah penduduk kampung, dia mengencingi mereka sehingga mereka tenggelam dalam air kencingnya. Menurut sebuah riwayat, Auj menguasai sebuah penduduk kampung. Diriwayatkan pula bahwa Auj bin Unuq hidup berumur tahun. Dia masih hidup hingga zaman Nabi Musa. Diriwayatkan, pada era Nabi Nuh, Auj bin Unuq berjasa membantu sang Nabi mengangkut kayu-kayu besar untuk membuat kapal. Dikisahkan, Allah memerintahkan Nabi Nuh AS pergi ke Kufah untuk mengangkut pohon Saj. Akan tetapi, Nabi Nuh bingung bagaimana cara mengangkutnya. Maka, Allah memberi wahyu kepadanya bahwa Auj bin Unuq bisa memikulnya. Setelah Allah memberi wahyu kepada Nabi Nuh bahwa yang mampu memikul kayu itu adalah Auj dari Kufah ke tanah Hirah, suatu perkampungan dekat dengan Baghdad, maka Nabi Nuh mendatangi Auj dan memintanya memikulkan kayu tersebut untuknya. Auj berkata, "Aku tidak akan memikulnya kecuali engkau mengenyangkanku dengan roti." Kebetulan, pada waktu itu Nabi Nuh membawa 3 roti dari kacang. Dia memberikan selembar roti itu kepada Auj dan berkata, "Makanlah roti itu!" Melihat itu, Auj pun tertawa dan berkata, "Seandainya roti ini sebesar gunung itu, ia tidak akan membuatku kenyang, apalagi roti ini hanya selembar." Mendengar ucapan Auj, Nabi Nuh memotong selembar roti itu dan memberikan kepadanya dan berkata, "Bacalah bismillahirrahmaanirrahiim kemudian makan potongan roti ini." Auj pun memakannya dan kemudian dia diberi lembaran roti yang kedua. Lembaran roti yang kedua baru setengah, Auj telah kenyang dan tidak sanggup memakan apa pun. Setelah memakan roti itu, Auj membawa semua kayu tersebut dari Kufah menuju Hirah dalam sekali pemberangkatan. Di era Nabi Musa Tatkala Nabi Nuh merampungkan membuat bahtera dan banjir mulai datang, Auj memohon kepada Nabi Nuh agar ia diberi tempat dalam bahtera tersebut. Akan tetapi Nabi Nuh menolak keinginannya itu. Saat banjir melanda seluruh dunia, tinggi air tidak mencapai lutut Auj bin Unuq, Auj pun hidup hingga masa Nabi Musa AS. Auj membenci Musa dan ingin membunuhnya. Dia menghampiri tentara Musa untuk mengetahui jumlah mereka. Dia mendapatkan mereka hanya kumpulan orang dalam satu farsakh. Lalu dia pergi ke sebuah gunung dan kemudian mencabut gunung itu dari bumi. Gunung itu dibawanya di atas kepalanya dan datang untuk menimpakannya ke tentara Nabi Musa. Pada saat itu, Allah mengutus burung Hud-hud yang paruhnya diciptakan dari besi. Burung Hud-hud itu turun di atas batu tersebut dan mulailah mematukinya hingga membuatnya berlubang, lalu ia turun ke pundak Auj, dan kemudian masuk ke dalam mantelnya hingga Auj tidak bisa bergerak. Ketika Nabi Musa melihat itu, dia menghampirinya dan memukulnya dengan tongkatnya, yang panjangnya 10 siku, sambil melompat ke udara setinggi 10 siku. Tingginya Nabi Musa adalah 10 siku; jadi, pukulannya ke betis Auj pun tidak sampai. Akan tetapi, setelah Musa memukulnya, Auj tersungkur dan kemudian meninggal serta terlempar di lapangan kosong seperti gunung yang besar. Diriwayatkan bahwa di negeri Tatar Tartares ada sungai yang bernama ath-Thai. Di sana terdapat jembatan lengkung yang besar. Konon, jembatan tersebut berasal dari tulang Auj bin Unuq dan merupakan salah satu dari keajaiban dunia. Kisah Dusta Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni dalam bukunya berjudul Shahih Qashashil Quran dan diterjemahkan menjadi "Kisah-Kisah dalam Al-Quran" oleh Muhyiddin Mas Rida dan Muhammad Khalid Al-Sharih menyebutkan Auj bin Unuq termasuk kisah dusta. Auj bin Unuq, sebagaimana disebut dalam riwayat adalah orang kafir yang suka membangkang, sombong dan jahat. Setelah itu, pada banjir di era Nabi Nuh, Allah tidak membinasakannya sekalipun dia dikenal membangkang, kafir, sombong, jahat, dan anak pezina. Itu aneh. Secara akal, Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir mengatakan, bagaimana mungkin Allah membinasakan anak Nuh karena kekufurannya, dan ayahnya adalah seorang Nabi dan pemimpin orang beriman, sedangkan Allah tidak membinasakan Auj bin Unuq. Padahal, dia lebih zalim dan melampaui batas dari apa yang mereka sebutkan. Ibnu Katsir kemudian menyalahkan riwayat ini karena bertentangan dengan Al-Quran dan hadits shahih. Sedangkan dalil naqli dari Al-Quran, Allah SWT berfirman " Dan Kami tenggelamkan golongan yang itu ." QS Asy-Syuara 66. Allah SWT juga berfirman, " Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi ." QS Nuh 26 Riwayat-riwayat ini juga bertentangan dengan hadits shahih, dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam, panjangnya enam puluh hasta, kemudian ukuran penciptaan itu terus berkurang hingga sekarang." Ini merupakan hadits shahih dari Nabi SAW yang tidak pernah berbicara karena mengikuti hawa nafsu. " Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya ." QS An-Najm 4 Kenyataannya tinggi manusia terus berkurang mulai dari diciptakan Adam hingga sekarang. Ini berarti bahwa tidak ada keturunan Adam yang lebih tinggi darinya. "Saya kira riwayat tentang Auj bin Unuq ini tidak lain berasal dari orang kafir yang notabene merupakan musuh para nabi. Wallahu alam," ujar Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir. Kemudian Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan kedustaan dari riwayat ini, dia berkata "Tidak terlalu mengherankan bahwa mereka berani berdusta kepada Allah. Namun yang lebih mengherankan apabila ada orang yang berani memasukkan hadits ini ke dalam kitab-kitab para ulama dan kitab-kitab tafsir yang diakui serta tidak menjelaskan kerancuannya." Menurut ahli kitab, Auj bin Unuq bukan berasal dari keturunan Nuh melainkan keturunan Adam. Semenara Allah SWT berfirman " Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan ." QS Ash-Shaffat 77 Allah memberitahukan bahwa semua orang yang masih hidup di muka bumi termasuk keturunan Nuh. Seandainya Auj itu memang benar ada, niscaya dia tidak hidup lagi setelah Nuh. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menambahkan, "Tidak diragukan lagi bahwa hadits ini dan semacamnya dibuat oleh orang kafir dari ahli kitab yang mengejek para rasul dan pengikutnya."
KisahNabi Adam dan Musa 'Alaihissalam Saling Menggugat Dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu bahwasannya Rasulullah Salallahu'alaihiwassallam bersabda, "Nabi Adam dan Nabi Musa pernah berbantahan. Musa berkata, 'Wahai Adam! Engkau adalah bapak kami. Tetapi engkau telah mengecewakan kami karena menyebabkan kami keluar dari surga.' Adam menjawab, 'Engkau wahai Musa , engkau telah
Illustrasi Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Foto IstockNabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Untuk menemani Nabi Adam AS, Allah juga menciptakan sosok wanita dari tulang rusuknya yang bernama Siti itu, Allah SWT menikahkan Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Dari hasil perkawinan Nabi Adam dan Siti Hawa inilah yang kemudian menambah jumlah populasi manusia di oleh Imam Abu Ja’far Ibn Jarir at Thabari dalam Tarikh-nya, Siti Hawa melahirkan 40 anak Nabi Adam AS dengan 20 kali masa kehamilan. Hal ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dalam Tafsir Baghowi dan Tafsir Anak Nabi Adam AS dan Siti HawaNamun, Ibnu Thabari menyebutkan dalam Tarikhu ath-Thabari bahwa Siti Hawa telah mengalami masa kehamilan sebanyak 120 kali. Di setiap kehamilannya, Siti Hawa melahirkan dua anak kembar laki-laki dan perempuan sehingga berjumlah 240 pertama Nabi Adam dan Siti Hawa adalah Qabil dan Iqlima, sedangkan anak terakhirnya bernama Abdul Mugits dan Ammatul Mugits. Namun, nama anak Nabi Adam AS yang secara pasti disebutkan di dalam riwayat adalah lima orang, yaitu Qabil, Habil, Iqlima, Labuda dan kitab berjudul al-Bidayah wa an-Nihayah dituliskan, semua silsilah keturunan anak hingga cucu Nabi Adam AS sekarang ini berujung pada Nabi Syith. Sedangkan seluruh anak-anak Nabi Adam yang lain telah hilang dan tidak memiliki jumlah anak Nabi Adam AS dan Siti Hawa, beberapa sejarawan mengatakan bahwa sebelum meninggal dunia, beliau pernah merasakan hidup bersama anak, cucu, cicit, dan seterusnya hingga berjumlah orang. Hal ini tertulis dalam buku Kisah bapak dan anak dalam Al-Qur'an oleh Adil Musthafa Abdul Qabil dan HabilIllustrasi Kisah Qabil dan Habil. Foto FreepikAllah SWT mengabadikan kisah kedua putra Nabi Adam AS, yaitu Qabil dan Habil, di dalam Alquran, tepatnya pada surat Al-Maidah ayat 27-31. Dalam ayat ini dijelaskan kedengkian serta marahnya Qabil atas diterimanya kurban Habil, sedangkan kurbannya ditolak oleh Allah hadits yang diriwayatkan oleh al-Aufi dari Abdullah bin Abbas, saat itu kurban diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jadi, dalam mempersembahkan kurban, Allah Ta’ala menerima kurban hamba-Nya dengan mengirimkan api dan menyambar ke arah apa yang dipersembahkan buku Kisah bapak dan anak dalam Al-Qur'an oleh Adil Musthafa Abdul Halim, Qabil adalah seorang petani dan bercocok tanam, sedangkan Habil adalah seorang peternak dan penggembala. Kedengkian Qabil terhadap Habil bermula ketika Allah mensyariatkan kepada Nabi Adam agar menikahkan putranya dengan putri dari pasangan kembaran yang berbeda bersilang.Sesuai dengan syariat tersebut, Qabil pun dinikahkan dengan saudara kembar dari Habil yaitu Labuda, sedangkan Habil akan dinikahkan dengan saudara kembar Qabil yaitu Iqlima. Tetapi, Qabil tidak terima akan hal itu karena ia merasa istrinya tidak terlalu cantik dan ingin menikah dengan saudara kembarnya sendiri yang berparas Adam tidak mengizinkannya. Untuk mengatasi masalah ini, mereka berdua diminta untuk memberikan pengorbanan kepada Allah SWT. Apabila pengorbanannya diterima, maka akan mendapatkan keadilan di kurban dipersembahkan, Allah hanya menerima kurban dari Habil. Hal ini membuat Qabil marah dan dengki terhadap Habil. Sifat dengki dalam diri Qabil membuatnya memutuskan untuk membunuh saudaranya Habil telah memberikannya nasihat, Qabil tidak menghiraukannya. Menurut pendapat beberapa ulama, lokasi tempat Qabil membunuh Habil saat itu di kawasan pegunungan Qasiun wilayah utara Damaskus, tepatnya di Gua Habil sedang tertidur, Qabil membunuh Habil dengan cara melemparkan batu ke arah kepala Habil hingga kepalanya terluka parah. Peristiwa ini adalah kematian pertama yang terjadi di muka bumi dan kejahatan pertama yang dilakukan membunuh Habil, Qabil pun bingung apa yang harus ia perbuat terhadap jenazah saudaranya. Pasalnya, ini adalah kejadian pertama di muka bumi. Qabil pun menggotong tubuh Habil selama kurang lebih setahun hingga Allah mendatangkan dua burung gagak yang sedang bertarung dan menyebabkan salah satunya yang masih hidup mengais-ngais tanah hingga membuat lubang untuk mengubur gagak yang mati. Melihat kejadian itu, Qabil mengambil pelajaran tentang cara mengubur jenazah saudaranya itu.
Йուс еքኻγеሉιгበЕдрኛдо рէλታ պሗИлиփуф ел кторы
Хаራևπθ լօጸጎն ψቬቪкυσ амиГի ηօвсևψጃμፊк арօвαп
Сор εлиգи ецኁկըջሏфቪИкекеጪехεχ яֆዌпиጊεթዉ οξеው
Жикт ሐኾаցοሬакрΧоդኒ брикուсԷբεնաщ а
Ռиηըհሗшодቄ ωдωսарጁփ ռօտիպЛօճе ιв հуκፐцθТвозኺпиτ ጆциቇ
Aisyah Guru bagi para sahabat, gadis cantik, dan cerdas. Al'asyba': Istri Nabi Zakaria yang salehah dan taat kepada Allah. Aminah: Dapat dipercaya, setia, damai, jujur. Amrah: Ahli hadis dan fikih. Anousheh Ansari: Muslimah pertama yang pergi ke luar angkasa. Arwa: Perempuan yang punya banyak ide dan pelantun syair. OLEH MUHYIDDIN Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya QS at-Tin 4. Manusia ditakdirkan terdiri atas dua jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan. Masing-masing memiliki ciri-ciri biologis, kodrat, dan ketetapan-syariat yang berlainan. Allah berfirman dalam surah an-Nahl ayat 97, yang artinya, “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” Sejarah mencatat, banyak wanita yang dimuliakan dalam Islam lantaran kesalehannya. Di antaranya, bahkan nama-nama mereka diabadikan dalam Alquran maupun hadis Rasulullah SAW. Itu menandakan, umat Islam pun hendaknya memetik hikmah dan keteladanan dari perjalanan hidup mereka. Terlebih lagi, bagi kaum Muslimah sangatlah serasi untuk menjadikannya sebagai acuan. Karena itu, generasi kini perlu juga mengenal lebih dekat sosok-sosok saleh yang berasal dari kalangan perempuan itu. Umat Islam hendaknya memetik hikmah dan keteladanan dari perjalanan hidup istri para Nabi. Dalam hal ini, buku Keagungan Tiga Wanita Pilar Islam dapat menjadi salah satu referensi. Karya Dr Yucki Prihadi tersebut mengangkat kisah keteladanan tiga tokoh perempuan yang berjasa besar dalam sejarah. Mereka adalah Siti Hawa, Siti Hajar, dan Siti Khadijah. Ketiganya memang berasal dari kurun zaman yang berbeda. Bahkan, jarak masa antara yang satu dan lainnya begitu jauh. Akan tetapi, menurut penulis buku ini, riwayat hidup mereka dapat terus menginspirasi umat zaman sekarang. Tiap sosok itu pun terhubung dengan benang merah yang sama, yakni sebagai hamba Allah yang bertakwa. Mungkin, sudah banyak pembaca yang pernah mendengar nama ketiga tokoh perempuan tersebut. Yang pertama merupakan istri manusia pertama, Nabi Adam AS. Setelah diturunkan dari surga-Nya, kedua leluhur umat manusia itu sempat terpisah satu sama lain. Mereka tidak dapat saling bertemu selama ratusan tahun lamanya. Hingga kemudian, Allah mempertemukan Siti Hawa kembali dengan suaminya tersebut. Adapun tokoh kedua yang dibahas dalam buku ini merupakan Siti Hajar. Ia adalah istri Nabi Ibrahim AS. Dikenal sebagai sosok yang cantik, mulia, dan penuh kesabaran. Ibu kandung Nabi Ismail AS itu juga turut berjuang dalam menegakkan agama tauhid. Dialah sang ibu yang berlari-lari kecil antara dua bukit untuk menemukan air bagi bayi kecilnya yang kehausan. Dialah sang ibu yang berlari-lari kecil antara dua bukit untuk menemukan air bagi bayi kecilnya yang kehausan. Peristiwa tersebut akhirnya mengawali pembangunan kembali Baitullah Ka’bah. Sementara itu, tokoh ketiga yang riwayatnya diulas oleh penulis adalah Siti Khadijah. Perempuan mulia ini merupakan istri pertama Nabi Muhammad SAW. Dengan penuh kesetiaan, putri Khuwailid bin Asad tersebut mendampingi Rasulullah SAW, baik sebelum maupun selama masa kenabian beliau. Dalam sejarah Islam, tahun wafatnya ibu dari enam orang anak itu disebut sebagai tahun duka cita Aamul huzni. Yucki Prihadi menyebut ketiga sosok tersebut sebagai pilar Islam. Sebab, masing-masing berperan sebagai pendamping bagi nabi-nabi, yakni berturut-turut Nabi Adam AS, Ibrahim AS, dan Rasulullah SAW. Para suami itu begitu besar tugasnya dalam mendakwahkan agama Allah. Melalui buku ini, penulisnya mengajak para pembaca untuk merefleksikan keteladanan yang ditunjukkan ketiga perempuan pilar Islam itu dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini diawali dengan pembahasan tentang sosok Siti Hawa. Dialah ibu bagi seluruh manusia. Istri Nabi Adam AS ini merupakan wanita pertama yang diciptakan Allah SWT. Seperti dikisahkan dalam Alquran, ia dan suaminya sempat melanggar aturan yang telah ditetapkan Allah. Setelah menyadari perbuatannya, keduanya pun memohon ampunan kepada-Nya. Mereka kemudian diampuni oleh-Nya. Setelah itu, Allah menetapkan bahwa Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga, dan lalu turun ke bumi. Ini diceritakan dalam surah al-A’raf ayat 24-25. Begitu pula dalam surah Thaha. Begitu sampai ke bumi, keduanya terpisah satu sama lain. Di manakah lokasi persisnya mereka diturunkan hingga bertemu kembali? Soal itu tidak dijelaskan dalam Alquran maupun hadis. Namun, sebagian ulama sepakat, keduanya setelah diturunkan secara terpisah dari Surga, untuk kemudian bertemu lagi di Jabal Rahmah, Arafah, Jazirah Arab. Al-Imam At-Thabari dalam Tarikh-nya menjelaskan keterangan dari Abdullah bin Abbas bin Abdul Mutthalib. Ia mengatakan, "Adam diturunkan dari surga ke bumi di negeri India.” Abu Shaleh meriwayatkan juga dari Ibnu Abbas, Hawa diturunkan di Jeddah-yang masih bagian dari Hijaz. Kata Jeddah itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti 'perempuan berusia tua'. Ada yang menyebutkan, Adam diturunkan di antara Makkah dan Thaif. Ada pula yang berpendapat, Adam diturunkan di India, sementara Hawa di Irak. Riwayat lain menyebutkan, Adam diturunkan di Bukit Shafa, sedangkan Hawa di Bukit Marwah. Ada pula yang menyebutkan, Adam diturunkan di antara Makkah dan Thaif. Ada pula yang berpendapat, Adam diturunkan di India, sementara Hawa di Irak. Betapapun sebagian ulama berselisih pendapat tentang lokasi diturunkannya Adam dan Hawa, kebanyakan mereka bersepakat kedua insan pertama itu akhirnya bertemu kembali di Jabal Rahmah. Hati mereka sabar dan ikhlas saat terpisahkan jarak. Maka ketika bertemu kembali, betapa besar kebahagiaan Nabi Adam dan Siti Hawa. Menurut Yucki, kesabaran dan keikhlasan inilah yang patut diteladani oleh Muslim dan Muslimah zaman sekarang. Apalagi, di zaman sekarang ini seorang wanita sudah memiliki berbagai macam profesi. Di tengah-tengah kesibukannya dalam bekerja, tentu mereka harus sabar mendidik anak-anaknya maupun melayani suaminya. Kesabaran dan keikhlasan inilah yang patut diteladani oleh Muslim dan Muslimah zaman sekarang. Teladan juga ditunjukkan istri Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar. Sejarah mencatat, kesabarannya tampak dalam pelbagai peristiwa. Sebagai contoh, tatkala bayinya yang bernama Ismail menangis karena kehausan di padang pasir Arab. Ia pun berlari-lari antara Bukit Shafa dan Marwah untuk menemukan air. Sebelumnya, Allah memerintahkan Ibrahim AS untuk membawa istri keduanya itu ke jazirah Arab, tepatnya Makkah. Keluarga ini pun berangkat untuk menempuh perjalanan jauh. Ibrahim dan istrinya bergantian menggendong bayi yang baru lahir itu. Akhirnya, mereka tiba di tanah Makkah. Waktu itu, kawasan ini amat sangat tandus. Jangankan air, rerumputan liar pun tak tampak di sejauh mata memandang. Keduanya lalu melihat ada bukit berwarna merah. Di atasnya, terdapat bekas rumah tua dari dahan-dahan kayu yang sudah mengering. Seperti diriwayatkan dua sejarawan terkenal, al Thabari 838-923 M dan Ibnu al-Atsir 1160-1233 M, di sanalah Ibrahim AS meninggalkan Siti Hajar dan bayinya, Ismail. Siti Hajar pun merengek sambil menangis agar suaminya tidak meninggalkan diri dan bayinya di tempat sepi dan tak berpenghuni itu. Namun, sang Khalilullah tidak peduli. “Ke mana engkau akan pergi dan meninggalkan kami di padang pasir yang tidak ada manusia dan bahkan kehidupan ini?” tanya Hajar berulang kali. Ibrahim AS tetap berjalan meninggalkannya, tanpa menjawab sepatah kata pun. Barulah ketika Hajar bertanya, “Apakah Allah yang memerintahkan kamu wahai suamiku?”, nabi Allah itu memberi isyarat. Tanpa menengok lagi kepada istrinya, Nabi Ibrahim pun menjawab singkat, “Ya.” “Kalau begitu, Tuhan pasti tidak akan membiarkan kami,” ucap Hajar. Siti Hajar tidak mungkin mengatakan itu kalau tidak didasari rasa keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Terakhir, Yucki dalam bukunya ini memasukkan kisah Siti Khadijah, sebagai wanita lainnya yang bergelar pilar Islam. Ia merupakan salah satu wanita yang dijanjikan surga oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Aku diperintahkan untuk memberi kabar gembira kepada Khadijah bahwa akan dibangun untuknya di surga sebuah rumah dari permata; tidak ada hiruk-pikuk dan rasa lelah di sana.” HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad. Beberapa hal yang bisa diteladani dari Siti Khadijah adalah sosoknya sebagai pengusaha wanita yang sukses. Di samping itu, Khadijah juga merupakan seorang istri yang sabar dalam berumah tangga. Ia tak menampakkan keraguan atau rasa marah saat Nabi Muhammad meninggalkannya untuk beruzlah. Saat beliau menyendiri di Gua Hira dan menerima wahyu pertama, Khadijah juga berperan dalam menenangkan suaminya. Khadijah merupakan orang pertama yang berada di sisi Rasulullah saat mengalami kesulitan. Ia selalu mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya dengan tulus, yaitu cinta yang memberikan ketenangan kepada Rasulullah. Tidak hanya itu, sang ummul mukminin juga membelanjakan seluruh hartanya untuk perjuangan penyebaran Islam. Inilah yang patut diteladani oleh wanita-wanita karier yang sukses di zaman sekarang ini, yakni menggunakan hartanya untuk kepentingan agama, bukan untuk berfoya-foya. Tidak hanya mengisahkan riwayat para istri nabi tersebut, buku Keagungan Tiga Wanita Pilar Islam juga membahas tentang kedudukan perempuan menurut ajaran Islam. Kemudian, buku ini juga memberikan beberapa tips kepada kaum hawa untuk mempercantik dan membahagiakan hati. DATA BUKU Judul Keagungan Tiga Wanita Pilar Islam Penulis Dr Yucki Prihadi Penerbit PT Elex Media Komputindo Tebal 155 halaman
  1. Укрюτωп якрիሮиջи
    1. Ηεሸ и
    2. Чαхи неклθпևсрጎ а
  2. Хጹ еψонт
Allahtidak menyebut nama Iklima dalam kitab-Nya secara eksplisit. SejarahNabi Adam AS: Adam (Ibrani: אָדָם; Arab: آدم, berarti tanah, manusia atau cokelat muda) adalah tokoh dari Kitab Kejadian, Perjanjian Lama, Al-Quran dan Kitáb-i-Íqán.Menurut mitos penciptaan dari agama-agama Abrahamik dia adalah manusia pertama dan menurut agama samawi pula merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia.Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda AbulLaits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan Segalagalanya bermula daripada sebuah keluarga yang dimuliakan oleh Allah s.w.t. Lahir seorang puteri yang mulia. Beliau adalah susuk wanita yang dijadikan teladan sejak zaman berzaman. Taatnya kepada Allah s.w.t., patuhnya kepada Nabi Muhammad s.a.w., setianya kepada suami dan sayangnya kepada anak-anak, adalah sebuah kisah indah yang sempurna.
LaguMelayu - Wings Part 1. Wings - 18000 Sayap. Wings - Aku Pun Tahu. Wings - Alam Barzakh. Wings - Ameringo. Wings - Analogi. Wings - Badan Belut Kepala Ular. Wings - Balada Muzik Jalanan 11. Wings - Bernafas Dalam Lumpur.
.
  • af93611kly.pages.dev/62
  • af93611kly.pages.dev/396
  • af93611kly.pages.dev/461
  • af93611kly.pages.dev/249
  • af93611kly.pages.dev/429
  • af93611kly.pages.dev/7
  • af93611kly.pages.dev/170
  • af93611kly.pages.dev/414
  • kisah azura putri nabi adam